insurance car insurance insurance companies car insurance quotes auto insurance car insurance companies insurance quotes cheap car insurance cheap insurance auto insurance companies auto insurance quotes liability insurance homeowners insurance cheap auto insurance the general insurance motorcycle insurance online insurance cheap insurance quotes car insurance rates automobile insurance sr22 insurance the general car insurance online auto insurance really cheap auto insurance cheap full coverage auto insurance car insurance estimator affordable car insurance cheapest insurance auto insurance quotes comparison motorcycle insurance quote cheap auto insurance quotes affordable auto insurance car insurance price comparison purchase auto insurance online low cost auto insurance collector car insurance instant auto insurance travel insurance short term health insurance dental insurance plans cheap renters insurance senior life insurance burial insurance renters insurance pet insurance dental insurance term life insurance quotes medical insurance quotes health insurance medical insurance plans dog insurance whole life insurance long term care insurance private health insurance boat insurance quote commercial vehicle insurance life insurance policy best life insurance medical insurance home insurance self employed health insurance health insurance plans for family life insurance the general auto insurance small business health insurance life insurance companies health insurance for children usa insurance annuity commercial insurance humana health insurance farm insurance mutual life insurance disability insurance new york life insurance accident insurance e insurance high risk car insurance best life insurance companies nationwide car insurance auto home insurance geico insurance

50+ Rekomendasi Film Indonesia Romantis

Materi Yang Dibahas

Di review sebelumnya, saya pernah menyebutkan bahwa menonton film romantis, buat saya butuh perjuangan. Nah kalau Film Indonesia Romantis, perjuangannya butuh berkali-kali lipat.

Sesungguhnyalah dulu saya bukan penggemar film Indonesia. Di kepala saya (dulu), film Indonesia masih identik dengan sinetron dan FTV. Jadi saya pikir akan sangat rugi membeli tiket untuk menonton film dengan kualitas seperti yang bisa dilihat setiap hari di televisi.

Namun belakangan film Indonesia berkembang dengan sangat cepat. Kalau dulu dikuasai film horror berbau seks, kini dalam sebulan bisa muncul beberapa judul film Indonesia dari berbagai genre.

Bahkan beberapa judul berhasil menjadi box office meski baru naik layar sebentar. Berawal dari penasaran, saya mulai mencoba menonton satu-persatu.

Tentu sebelumnya saya browsing dulu, siapa sutradara dan pemainnya. Kalau dirasa oke, barulah saya berangkat. Karena orang yang bijak adalah orang yang menggunakan dana bersenang-senang dengan sebaik-baiknya.

Ucapan terima kasih yang sangat besar saya tujukan untuk I-flix yang memberi kesempatan saya menikmati film-film yang tidak lagi ditayangkan di bioskop.

So setelah diingat, dikumpulkan, dan dicatat, berikut 50 Film Indonesia Romantis versi kami:

50. Film Indonesia Romantis “Dealova” (2005)

Dealova
Di sekolah, Karra (Jessica Iskandar) dikenal sebagai siswa popular yang cerdas, cantik, serta jago bermain basket. Sementara di rumah, ia sangat manja terhadap kakaknya, Iraz (Rizky Hanggono).

Dua pribadi ini mendekatkannya pada dua pria yang berbeda : Dira (Ben Joshua) yang adalah bintang basket di sekolahnya, dan Ibel (Evan Sanders), teman kakaknya yang jago bermain musik.

Pilihan Karra dijatuhkan pada Dira yang ketus dan galak, sampai ia dinyatakan menderita kanker otak.

Sutradara            : Dian W. Sasmita

49. Film Indonesia Romantis “Eiffel I’m in Love” (2003)

Eiffel Im In Love
Tita (Shandy Aulia) dan Adit (Samuel Rizal) dijodohkan. Tita yang sudah memiliki kekasih, Ergi (Yogi Fernanda) merasa tidak terima. Apalagi ketika ia mengenal sosok Adit yang jutek, kasar, dan galak.

Perjodohan mereka diwarnai banyak cerita. Dari hadirnya Intan (Titi Kamal) sebagai kekasih bayangan Adit, hingga terbongkarnya perselingkuhan Ergi.

Namun ketika cinta mulai menyapa Tita, ia tahu bahwa ternyata perjodohan itu tidak pernah ada. Sementara Adit yang mulai ia sukai, ada jauh di seberang sana.

Sutradara            : Nasri Cheppy

48. Film Indonesia Romantis “Refrain” (2013)

Refrain

Persahabatan Niki (Maudy Ayunda) dan Nata (Afgansyah Reza) telah terjalin sejak kecil. Mereka berdua saling melengkapi, selalu ada untuk yang lainnya.

Menginjak SMA, ada yang berubah dalam persahabatan mereka. Kehadiran Annalise (Chelsea Islan) melengkapi dan meramaikan persahabatan mereka.  Juga ada Oliver (Maxime Bouttier), pacar Niki yang membuat Niki sibuk sehingga mulai menjauh dari sahabat-sahabatnya.

Nata menyayangi Niki lebih dari sahabat, namun ia tidak pernah mengungkapkannya. Semua ia tulis dalam surat, yang ia serahkan ketika ia akan berangkat ke Austria

Sutradara            : Fajar Nugros

47. Film Indonesia Romantis “30 Hari Mencari Cinta” (2004)

30 Hari Mencari Cinta

Keke (Dinna Olivia), Gwen (Nirina Zubir), dan Olin (Maria Agnes) tinggal bersama di rumah orang tua Olin. Persahabatan mereka ditambah dengan kehadiran Bono (Revaldo) membuat mereka melupakan kebutuhan untuk menjalin hubungan percintaan.

Film Titanic mengubah segalanya. Merekapun terlibat dalam pertaruhan: menemukan cinta sejati dalam 30 hari. Siapa yang menang akan menjadi ratu di rumah itu, dilayani oleh yang lain untuk selamanya.

Sutradara            : Upi Avianto

46. Film Indonesia Romantis “Aach… Aku Jatuh Cinta” (2015)

Aaach Aku Jatuh Cinta

Perjalanan cinta Yuli (Pevita Pearce) dan Rumi (Chicco Jerikho) dimulai ketika mereka kecil. Hubungan yang romantic namun unik, penuh tragedy sekaligus komedi, mewarnai kisah mereka.

Rumi selalu menjadi sumber kekacauan dan permasalahan. Namun itu justru menjadi sesuatu yang tak terlupakan untuk Yuli. Semua yang mereka alami bersama, meninggalkan bekas yang mendalam.

Sutradara            : Garin Nugroho

45. Film Indonesia Romantis “Cinta Pertama (Sunny)” (2006)

Cinta Pertama Sunny

Alya (Bunga Citra Lestari) pingsan sehari setelah pertunangannya dengan Abi (Richard Kevin). Ia langsung dilarikan ke rumah sakit.

Ketika menunggu Alya sadar dari koma, Abi membaca buku harian Alya. Di situ ia menulis cintanya yang sangat besar terhadap Sunny (Ben Joshua), teman SMAnya.

Abipun mencari Sunny untuk menjenguk dan membantu menyadarkan Alya. Sayang Sunny telah menikah dengan Sisi (Varissa Camelia).

Awards                 : 1 nominasi di Festival Film Indonesia untuk kategori Best Original Score

Sutradara            : Asep Kusdinar

44. Film Indonesia Romantis “Dear Nathan” (2017)

Dear Nathan

Salma (Amanda Rawless) adalah murid baru di SMA Garuda. Suatu hari ia terlambat mengikuti upacara bendera. Ketika akan dihukum, ia diselamatkan oleh Nathan (Jefri Nichol).

Salma berusaha menghindari Nathan yang dikenal sebagai berandalan. Namun Nathan sendiri justru terang-terangan mengejarnya.

Ketika Salma mulai memahami masa lalu Nathan, hadir Seli (Denisa Wiraguna), kekasih masa lalu Nathan.

Sutradara            : Indra Gunawan

43. Film Indonesia Romantis “Winter In Tokyo” (2016)

Winter in Tokyo

Kazuto (Dion Wiyoko) adalah tetangga baru di apartemen Keiko (Pamela Bowie). Dalam waktu singkat, mereka menjadi dekat. Bahkan saling berbagi cerita masa lalu masing-masing.

Suatu hari Keiko bertemu kembali dengan Akira (Morgan Oey), cinta pertamanya yang sudah menjadi dokter. Kesibukan Akira menghalangi usaha Keiko untuk mendekatinya kembali.

Ketika Keiko dan Kazuto semakin dekat, Kazuto menerima pukulan di kepalanya yang mengakibatkan ia jatuh koma. Cedera itu juga menghilangkan ingatannya tentang Keiko.Yang ia ingat hanyalah sebuah kenangan di New York, bersama Yuri (Kimberly Rider)

Sutradara            : Fajar Bustomi

42.Film Indonesia Romantis “Love Story” (2011)

Love Story

Ranti (Acha Septriasa) bercita-cita menjadi guru. Galih (Irwansyah), sahabat kecil sekaligus kekasihnya, bertekad membantu mewujudkan mimpi Ranti.

Namun hubungan mereka tidak disetujui karena adanya adat yang menyatakan bahwa pasangan yang berasal dari desa yang terpisahkan oleh sungai, akan mengakibatkan bencana.

Setelah kepindahan Galih, Ranti dengan ditemani Pengkor (Reza Rahardian) menghabiskan hari-harinya untuk mengajar di alam bebas. Ia masih berharap suatu saat Galih akan kembali.

Sutradara            : Hanny Saputra

41. Film Indonesia Romantis “Love You Love You Not” (2015)

Love You Love You Not

Hubungan Amira (Chelsea Islan) dengan murid Bahasa Inggrisnya, Taufan (Miller Khan) tidak disetujui. Keluarga Taufan yang terpandang tidak mau menerima Amira.

Sementara itu mantan muridnya, Suchin (Melati Pinaring), meminta bantuan untuk memutuskan hubungannya dengan Marzuki alias Juki (Hamish Daud), pacarnya yang tinggal di Indonesia.

Juki, lelaki berwajah bule berjiwa Betawi, tidak terima. Ia marah besar, dan memaksa Amira untuk mengajarinya Bahasa Inggris. Tujuannya satu : menyusul Suchin yang saat ini pindah ke Amerika Serikat.

Sutradara            : Sridhar Jetty

40. Film Indonesia Romantis “Tampan Tailor” (2013)

Tampan Tailor

Setelah kehilangan istrinya, Topan (Vino G. Bastian) tinggal bersama Bintang (Jefan Nathanio), anaknya. Mereka mengalami kesulitan ekonomi, kehilangan toko jahitnya, hingga Bintang terancam putus sekolah.

Topan tidak patah semangat. Dengan bantuan Darman (Ringgo Agus Rahman), sepupunya, ia menjajal semua pekerjaan untuk bertahan hidup: calo tiket kereta api, kuli bangunan, hingga menjadi stuntman.

Semangat Topan inilah yang menarik perhatian Prita (Masha Timothy), gadis penjaga kios di samping stasiun kereta api. Prita yang selalu menguatkannya, mengingatkannya bahwa harapan akan selalu ada.

Sutradara            : Guntur Soeharjanto

39. Film Indonesia Romantis “7 Hari 24 Jam” (2014)

7 Hari 24 Jam

Tyo (Lukman Sardi) adalah sutradara terkenal yang menikahi Tania (Dian Sastrowardoyo). Mereka memiliki seorang anak berumur 5 tahun. Kesibukan mereka membuat mereka tidak memiliki waktu untuk dihabiskan bersama keluarga.

Suatu hari, Tyo jatuh sakit. Tania harus bekerja keras untuk mengurus rumah dan Tyo, selain mengurus pekerjaannya sendiri.

Setelah 3 hari, Tania yang kelelahan pun ikut tumbang. Ia dirawat di ruang yang sama dengan suaminya. Di sinilah semua rahasia yang selama ini tersimpan, terkuak bersama dengan waktu yang mereka lewatkan bersama

Sutradara            : Fajar Nugros

38. Film Indonesia Romantis “Surga Yang Tak Dirindukan” (2015)

Surga Yang Tak Dirindukan

Kehidupan rumah tangga Prasetya (Fedi Nuril) dan Arini (Laudya Cintya Bella) pada awalnya baik-baik saja. Pras adalah lelaki setia yang menyayangi keluarganya, sementara Arini adalah istri penurut dan ibu yang baik bagi anak mereka.

Konflik terjadi ketika Pras menyelamatkan Melrose (Raline Shah) dari kecelakaan. Mengetahui Melrose ternyata hamil dan akan melahirkan tanpa ayah, Pras memutuskan untuk menikahinya secara diam-diam.

Awards                 : 3 nominasi di Festival Film Indonesia untuk kategori Best Supporting Actress, Best Adapted Screenplay, dan Best Young Performer

Sutradara            : Kuntz Agus

37. Film Indonesia Romantis “Mika” (2013)

Mika

Karena penyakit scoliosis yang ia derita, Indi (Velove Vexia) harus mengenakan alat penyangga selama 23 jam setiap harinya. Ia yang periang berubah menjadi gadis pemurung.

Ketika berlibur di Jakarta, ia berkenalan dengan Mika (Vino G. Bastian). Mika yang selalu berpikiran positif berhasil mengembalikan Indi menjadi dirinya yang dulu.

Kedekatan mereka tidak disukai oleh orang tua Indi karena Mika jauh lebih tua dan tubuhnya dipenuhi tato. Apalagi setelah ia membuka rahasianya sebagai penderita AIDS.

Sutradara            : Lasja Fauzia

36. Film Indonesia Romantis “I Love You from 38.000 Feet “ (2016)

I Love You From 38000 Feet

Hubungan Aletta (Michelle Ziudith) dan Arga (Rizky Nazar) dimulai ketika mereka bertemu di Bali. Arga adalah content creator untuk National Geographic.

Aletta mengaku bahwa ia kabur dari keluarganya. Arga kemudian meminta Aletta untuk kembali ke rumah dan berdamai dengan keluarganya. Ia berjanji akan segera menyusul ke Jakarta.

Namun Arga tak pernah muncul.

Sutradara            : Asep Kusdinar

35. Film Indonesia Romantis “Hujan Bulan Juni” (2017)

Hujan di Bulan Juni

Pingkan (Velove Vexia adalah gadis keturunan Menado yang menjalin hubungan tanpa status dengan Sarwono (Adipati Dolken), antropolog asli Jawa.

Sarwono yang ditugaskan untuk mengunjungi Universitas Sam Ratulangi lalu membawa Pingkan sebagai guidenya. Pingkan pun bertemu dengan keluarga besarnya yang mempermasalahkan hubungan mereka berdua. Perbedaan suku dan agama dianggap tabu dalam hubungan itu.

Masalah menjadi semakin rumit ketika Pingkan mendapat tugas belajar ke Jepang selama dua tahun. Kemungkinan besar ia akan bertemu kembali dengan Katsuo (Koutaro Kakimoto) yang dulu pernah dicintainya.

Sutradara            : Hestu Saputra

34. Film Indonesia Romantis “Love” (2008)

Love

Film ini mengangkat 5 kisah cinta yang berbeda yang sebenarnya saling terkait satu sama lain:

Nugroho (Sophan Sophiaan) yang menderita Alzheimer selalu salah menngenali Arif (Gading Marteen), cucunya, sebagai Amir, putra tunggalnya. Akankah pertemuannya dengan Lestari (Widyawati) mampu mengobati penyakitnya?

Iin (Acha Septriasa) berniat mencetak selebaran orang hilang untuk mencari kekasihnya, namun ia tidak punya uang. Penjaga percetakan, Rama (Fauzi Baadila), lalu membantunya. Bahkan  memberikan tumpangan untuk gadis hamil yang tidak memiliki tempat tinggal ini.

Awin (Darius Sinathrya) dan Tere (Luna Maya) adalah sesama pecinta literasi. Hubungan mereka naik turun karena perbedaan pendapat, yang diperparah ketika Tere diam-diam mengirimkan tulisan Awin ke penerbit.

Hidup Dinda (Laudya Chintya Bella) berubah muram ketika ia divonis kanker. Kehadiran Restu (Irwansyah) berhasil membuatnya tersenyum kembali, meski ia tahu hidupnya tak lama lagi.

Sutradara            : Kabir Bhatia

33. Film Indonesia Romantis “Arini” (2018)

Arini

Film ini bercerita tentang seorang lelaki muda bernama Nick (Morgan Oey) yang mengejar cinta wanita dewasa, Arini (Aura Kasih).

Mereka pertama kali bertemu di sebuah kereta api di Jerman. Nick yang terpikat pesona Arini kemudian mengejarnya hingga ke Indonesia.

Konflik berkembang ketika hubungan mereka di Indonesia menemui sejumlah kendala.

Sutradara            : Ismail Basbeth

32. Film Indonesia Romantis “Ungu Violet” (2005)

Ungu Violet

Ketika Lando (Rizky Hanggono) memotret sebuah aksi pencopetan di bis kota, kameranya tanpa sengaja menangkap wajah Kalin (Dian Sastrowardoyo). Lando terkesan, atasannya pun antusias mengajak Kalin bekerjasama.

Kalin yang semula menolak lalu menyanggupi, ketika neneknya sakit dan membutuhkan biaya yang cukup besar. Keduanya lalu menjadi dekat, sampai suatu saat Lando menjauh tanpa alasan.

Seiring berkembangnya karir Kalin menjadi supermodel, Lando hanya bisa memandangnya dari kejauhan. Ia menyimpan rahasianya sendiri : vonis kanker darah yang membuat hidupnya tidak akan bertahan lama.

Konflik berkembang ketika Karin dihadapkan pada pilihan untuk menikahi Riza (Gary Iskak), manajer yang sudah membesarkan namanya, juga ketika ia mengalami kecelakaan yang membuat ia terancam buta.

Awards                 : Asia-Pasific Film Festival untuk kategori Best Supporting Actress

Sutradara            : Rako Prijanto

31. Film Indonesia Romantis “Gita Cinta Dari SMA” (1979)

Gita Cinta Dari SMA

Film klasik ini bercerita tentang Galih (Rano Karno) dan Ratna (Yessi Gusman), dua pelajar bintang sekolah yang saling jatuh cinta.

Hubungan ini tidak disetujui oleh ayah Ratna, yang kemudian menjodohkannya dengan seorang mahasiswa dari Universitas Gajah Mada. Ketidaksetujuan ini didasari oleh latar belakang ekonomi, social, juga etnis.

Kisah dalam film ini banyak mengilhami film-film romantis di kemudian hari.

Sutradara            : Arizal

30. Film Indonesia Romantis “Critical Eleven” (2017)

Critical Eleven

Ale (Reza Rahadian) dan Anya (Adinia Wirasti) pertama kali bertemu pada penerbangan Jakarta-Sidney. 3 menit pertama mereka saling tertarik, 7 jam mereka duduk bersama dan saling mengenal, hingga 8 menit sebelum berpisah Ale menginginkan Anya.

Pertemuan itu berlanjut ke pernikahan. Keduanya pindah ke New York dan tak lama kemudian Anya hamil.

Masalahpun datang. Sebuah insiden memaksa mereka memilih : menyerah dalam amarah atau menyembuhkan luka dan bertahan dalam ketidakpastian.

Awards                 : 5 nominasi di Festival Film Indonesia

Sutradara            : Robert Ronny, Monty Tiwa

29. Film Indonesia Romantis “Dilan 1990” (2018)

Dilan 1990

Tahun 1990, Milea (Vanesha Prescilla) pindah dari Jakarta ke Bandung. Ia bertemu dengan Dilan (Iqbal Ramadhan) di sekolahnya yang baru.

Dilan, sang panglima motor, dengan penuh percaya diri menyatakan bahwa Milea akan menjadi kekasihnya. Milea yang saat itu masih menjalin hubungan dengan Beni (Brandon Salim) mulai luluh dengan pendekatan Dilan yang luar biasa unik.

Dilan.. dengan caranya sendiri.. membuat hidup Milea menjadi lebih berwarna.

Sutradara            : Fajar Bustomi

28. Film Indonesia Romantis “3 Hari Untuk Selamanya” (2007)

3 Hari Untuk Selamanya

Berkisah tentang Ambar (Adinia Wirasti) dan sepupunya, Yusuf (Nicholas Saputra), yang melakukan perjalanan ke Yogyakarta.

Yusuf mengemban tugas dari ibu Ambar untuk membawa piring warisan yang akan digunakan saat malam midodareni kakak Ambar. Ambar sendiri juga berencana menuju Yogyakarta, namun ibunya tidak percaya apabila piring tersebut dibawa dengan menggunakan pesawat.

Ambar yang ketinggalan pesawat akhirnya memutuskan bergabung bersama Yusuf. Perjalanan panjang pun dimulai. 1 hari berkembang menjadi 3 hari, hingga tumbuh perasaan yang berbeda dari biasanya.

Mungkinkah itu cinta?

Awards                 : Jakarta International Film Festival (Best Indonesian Film) dan Brussel International Independent Film Festival (Best Direction)

Sutradara            : Riri Riza

27. Film Indonesia Romantis “Love for Sale” (2018)

Love For Sale

Richard (Gading Marten), pria lajang berusia 40 tahun, memutuskan untuk menyewa pasangan dari Love Inc. Muncullah Arini (Della Dartyan) menjawab panggilan tugas tersebut.

Diawali dengan kencan semalam, Arini berhasil membujuk Richard untuk memperpanjang kontraknya menjadi 45 hari. Merekapun menghabiskan waktu siang dan malam bersama.

Arini sangat pintar, pengertian, perhatian, penuh kasih sayang. Ditambah lagi ia penggemar bola. Arini yang sempurna! Arini yang lalu menghilang!!

Sutradara            : Andibachtiar Yusuf

26. Film Indonesia Romantis “Sweet 20” (2017)

Sweet 20

Fatmawati (Niniek L. Karim) tinggal bersama anaknya Aditya (Lukman Sardi), menantunya Salma (Cut Mini), serta dua cucunya (Kevin Julio, Alexa Key). Fatmawati yang cerewet selalu membanggakan Aditya yang seorang dosen, sampai ia tahu bahwa ia akan dikirim ke panti jompo.

Ia kemudian meninggalkan rumah. Dalam perjalanan, ia melihat studio foto “Forever Young”. Ia masuk dan berniat mengambil foto untuk digunakan di pemakamannya kelak.

Setelah mengambil foto, Fatmawati mendadak berubah menjadi gadis 20 tahun, 50 tahun lebih muda dari usia yang sebenarnya. Iapun memulai hidupnya yang baru, mengganti namanya menjadi Mieke (Tatjana Saphira).

Mieke muda dengan gaya dan selera oldies membuat 3 pria jatuh cinta padanya: Alan si produser musik (Morgan Oey), cucunya sendiri, dan Hamzah (Slamet Raharjo) yang mencintainya sejak dulu.

Akankah ia kembali ke kehidupannya sebagai Fatmawati, atau memilih melanjutkan hidup sebagai Mieke?

Awards                 : 9 nominasi Piala Citra di Festival Film Indonesia

Sutradara            : Ody C. Harahap

25. Film Indonesia Romantis “Perahu Kertas” (2012)

Perahu Kertas

Kugy (Maudy Ayunda), Keenan (Adipati Dolken), Noni (Sylvia Fully), dan Eko (Fauzan Smith) bersahabat. Noni dan Eko adalah sepasang kekasih, sementara Kugy dan Keenan saling menyimpan ketertarikan. Namun Noni justru menjodohkan Keenan dengan sepupunya, Wanda (Kimberly Rider).

Kugy yang merasa terganggu lalu menyibukkan dirinya sebagai sukarelawan di sekolah darurat yang bernama Sakola Alit. Disana ia bertemu dengan bocah bernama Pilik yang mengilhaminya untuk menulis dongeng Jenderal Pilik dan Pasukan Alit.

Menghindar dari Wanda, Keenan melarikan diri ke Bali dan tinggal bersama Pak Wayan (Tio Pakusadewo). Di sana ia menemukan semangatnya untuk kembali melukis.

Di kemudian hari, mereka bertemu dan bertekad membuat kerjasama buku dongeng Jenderal Pilik dengan ilustrasi yang dibuat oleh Keenan.

Awards                 : 4 nominasi Piala Citra di Festival Film Indonesia

Sutradara            : Hanung Bramantyo

24. Film Indonesia Romantis “Uang Panai’ Maha(R)L” (2016)

Uang Panai MahaLR

Saat bertemu kembali dengan mantan kekasihnya, Risna (Nur Fadillah), Ancha (Ikram Noer) tak mau lagi kehilangan gadis itu untuk kedua kalinya. Pemuda Bugis-Makasar ini berniat menikahinya.

Namun niat ini terkendala oleh adat, adanya uang panai yang cukup besar. Ia dibantu kedua sahabatnya, Tumming dan Abu, memulai perjuangannya mengumpulkan uang itu.

Di tengah perjuangannya, hadirlah Farhan (Cahya Ary Nagara), lelaki yang akan dijodohkan dengan Risna. Farhan adalah sahabat Risna yang baru pulang dari luar negeri.

Konflik makin ramai ketika Ancha yang membutuhkan waktu untuk mengumpulkan uang panai, dihadapkan dengan Risna yang takut kembali ditinggalkan, serta keluarganya yang tak mau lagi mengulur waktu.

Sutradara            : Halim Gani

23. Film Indonesia Romantis “Supernova: Ksatria, Putri, dan Bintang Jatuh” (2014)

Supernova

Di Washington DC, Ruben (Arifin Putra) dan Dhimas (Hamish Daud) saling membuka diri bahwa mereka adalah gay. Mereka kemudian saling tertarik, dan berencana membuat buku yang nantinya akan membuka hati banyak orang : kisah tentang ksatria, putri, dan bintang jatuh.

Di Jakarta, Rana (Raline Shah) yang telah bersuami terpikat pada Ferre (Herjunot Ali), eksekutif muda yang ia wawancarai. Sayang ia telah menikah dengan Arwin (Fedi Nuril). Di sisi lain, muncul Diva (Paula Verhoeven)  sang supermodel  dalam kehidupan Ferre.

Enam orang ini bertemu tanpa sengaja, tanpa mengenali satu sama lain, dalam sebuah blog bernama Supernova.

Awards                 : 1 penghargaan di Festival Film Indonesia (Best Visual Effect) dan 3 nominasi di ajang yang sama

Sutradara            : Rizal Mantovani

22. Film Indonesia Romantis “Rectoverso” (2013)

Rectoverso

Rectoverso adalah sebuah omnibus, memuat 5 kisah pendek yang disutradarai oleh 5 artis wanita Indonesia. Setiap kisah di film ini memiliki 1 lagu tema yang mendukung jalannya cerita, salah satunya adalah Malaikat Juga Tahu yang disutradari oleh Marcella Zalianty.

Abang (Lukman Sardi) adalah penderita autis yang jatuh cinta pada anak kost di rumahnya, Leia (Prisia Nasution). Leia memang memperlakukan abang dengan sangat baik, namun Bunda (Dewi Irawan) tahu bahwa mereka tidak akan pernah bisa bersatu.

Adik Abang, Hans (Marcell Domits)s, baru pulang dari pendidikannya di luar negeri. Hans dan Leia langsung menjadi dekat. Lalu bagaimana dengan Abang?

Awards                 : Festival Film Indonesia (Best Editing), ASEAN International Film Festival and Awards (Special Jury Award), dan 4 nominasi di kedua ajang tersebut

Sutradara            : Olga Lydia, Rachel Maryam, Happy Salma, Cathy Sharon, Marcella Zalianty

21. Film Indonesia Romantis “Claudia/ Jasmine” (2008)

Claudia Jasmine

Claudia (Kirana Larasati), siswi SMA yang baru merasakan cinta. Cinta itu datang dari seorang pemuda tampan bernama Todi (Andhika Pratama). Cinta inilah yang kemudian berkembang menjadi malapetaka.

Jasmine (Kinaryosih) cantik dan mandiri, namun menutup hatinya untuk laki-laki. Ketika cinta menyapa melalui Jerry (Nino Fernandez), ia masih berkutat dengan masa lalunya. Ia belum bisa memaafkan dirinya sendiri.

Cerita dari 2 tokoh ini ditampilkan secara bergantian, diakhiri dengan plot twist yang cukup mengesankan.

Awards                 : 1 penghargaan di Festival Film Indonesia (Best Editing) dan 4 nominasi di ajang yang sama

Sutradara            : Awi Suryadi

20. Film Indonesia Romantis “Ayat-ayat Cinta” (2008)

Ayat Ayat Cinta

Fahri (Fedi Nuril), pemuda lurus yang berusaha meraih gelar masternya di Al-Azhar – Mesir. Ia tidak terbiasa bergaul dengan perempuan, dan tidak berpacaran sebelum menikah. Namun kepindahannya ke Mesir membawa ia ke sejumlah hubungan dengan :

Maria Girgis (Carissa Putri). Tetangga satu flatnya yang beragama Kristen Koptik namun mengagumi Al-Qur’an, sekaligus mengagumi Fahri.

Nurul (Melanie Putria). Teman kuliahnya, anak seorang kyai terkenal, yang membuat Fahri minder karena garis keturunannya.

Noura (Zaskia Adya Mecca). Tetangga yang sering disiksa ayahnya, yang karena cintanya justru menuduh Fahri memperkosanya.

Aisha (Rianti Cartwright). Gadis bermata indah yang mempesona.

Awards                 : 1 nominasi di Festival Film Indonesia untuk kategori Best Supporting Actor

Sutradara            : Hanung Bramantyo

19. Film Indonesia Romantis “Toba Dreams” (2015)

Toba Dreams

Setelah pension, Sersan Tebe (Mathias Muchus) memboyong keluarganya pindah ke kampong halamannya, di sekitar danau Toba. Ia telah memiliki rencana untuk ketiga anaknya, termasuk memasukkan Ronggur (Vino G. Bastian), putra sulungnya, ke sekolah pendeta.

Ronggur yang tidak setuju lalu kabur kembali ke Jakarta. Dengan bantuan Tomi (Ramon Y. Tungka), ia menjadi supir taksi. Namun keberaniannya justru membawanya masuk ke dunia hitam.

Apakah dunia barunya ini mampu membuatnya merebut kembali Andini (Marsha Timothy), kekasihnya yang tak disetujui karena berbeda agama? Apakah ini cara yang tepat untuk membuktikan pandangan ayahnya yang selama ini salah?

Awards                 : 1 penghargaan di Festival Film Indonesia untuk kategori Best Supporting Actor dan 5 nominasi di ajang yang sama

Sutradara            : Benni Setiawan

18. Film Indonesia Romantis “A Copy of My Mind” (2015)

A Copy of My Mind

Sari (Tara Basro) adalah pegawai salon sederhana yang memiliki cita-cita sederhana, memiliki home theater sendiri. Hobinya tentu saja menonton film, terutama dari CD bajakan.

Alek (Chicco Jericho) adalah penerjemah khusus CD bajakan. Mereka bertemu ketika Sari memprotes terjemahannya yang salah. Kisah mereka berlanjut manis.

Ketika Sari mengambil CD dari klien istimewanya yang tinggal di penjara, ia mengira CD tersebut berisi film kesukaannya. Namun ia salah, CD tersebut ternyata berisi rapat penting terkait suap pejabat di masa pemilihan presiden.

Awards                 : 3 penghargaan di Festival Film Indonesia (Best Director, Best Actress, Best Sound) dan 4 nominasi di ajang yang sama

Sutradara            : Joko Anwar

17. Film Indonesia Romantis “Jelita Sejuba” (2018)

Jelita Sejuba

Takdir mempertemukan Sharifah (Putri Marino) dan Jaka (Wafda Saifan Lubis). Tanpa proses pacaran yang lama, Jaka melamar dan menikahi Sharifah.

Mereka menjalani pernikahan dengan dinamikanya sendiri. Sebagai istri tentara, Sharifah bersahabat dengan rasa rindu ketika ditinggal Jaka bertugas.

Sutradara            : Ray Nayoan

16. Film Indonesia Romantis “Catatan (Harian) si Boy” (2011)

Catatan Harian Si Boy

Satrio (Ario Bayu) bekerja sebagai montir di bengkel milik Nina (Poppy Sovia). Akibat hobinya kebut-kebutan, ia seringkali masuk tahanan.

Suatu saat ketika ia kembali ditangkap polisi, ia bertemu dengan Natasha (Carissa Putri) yang sedang kebingungan karena kehilangan barang-barangnya. Satriopun mengantarkannya pulang.

Dalam perjalanan, Natasha menceritakan kondisi ibunya yang sakit parah. Tangannya tak pernah lepas dari buku harian milik Boy (Onky Alexander), mantan kekasihnya.

Usaha Satrio untuk menemukan Boy ternyata tidak berjalan dengan mudah.

Awards                 : 1 penghargaan di Festival Film Indonesia (Best Editing), serta 2 nominasi untuk kategori lain di FFI dan 1 nominasi di Shanghai International Film Festival

Sutradara            : Putrama Tuta

15. Film Indonesia Romantis “Radit dan Jani” (2008)

Radit dan Jani

Pernikahan Radit (Vino G. Bastian) dan Jani (Fahrani) tidak mendapat restu orang tua. Mereka menjalani kehidupan yang keras, tanpa uang dan pekerjaan tetap, ditambah dengan ketergantungan Radit pada obat-obatan terlarang.

Saat Jani hamil, Radit berusaha berhenti dari ketergantungannya. Ia berusaha keras mendapatkan penghasilan tetap untuk masa depan mereka. Namun semuanya tidak berjalan dengan mudah.

Awards                 : 2 penghargaan di Festival Film Indonesia (Best Actor, Best Actress) dan 4 nominasi di ajang yang sama

Sutradara            : Upi Avianto

14. Film Indonesia Romantis “Badai Pasti Berlalu” (2007)

Badai Pasti Berlalu

Leo (Vino G. Bastian) menerima tantangan teman-temannya untuk mendekati Siska (Raihaanuun), gadis cantik sedingin es yang patah hati. Perkenalan dan kedekatan mereka membuat Leo mencintai dengan tulus.

Pada hari pertunangan mereka, Siska mengetahui alasan Leo mendekatinya. Ia memilih memutuskan pertunangan itu.

Helmi (Winky Wiryawan), manager café perayu yang licik, muncul pada saat yang tepat. Mengetahui kondisi Siska yang sedang goyah, ia mendekati Siska dengan gencar, kemudian menikahinya untuk keuntungan sendiri.

Awards                 : 2 nominasi di Festival Film Indonesia untuk kategori Best Supporting Actor dan Best Original Score

Sutradara            : Teddy Soeriaatmadja

13. Film Indonesia Romantis “Heart” (2006)

Heart

Persahabatan Rachel (Nirina Zubir) dan Farel (irwansyah) terjalin sejak mereka kecil, dan berlanjut hingga mereka dewasa.

Ketika Farel jatuh cinta pada Luna (Acha Septriasa), Rachel baru menyadari perasaannya terhadap Farrel selama ini. Ia berusaha merubah dirinya yang semula tomboy, menjadi sosok yang feminine seperti Luna.

Namun usahanya tidak berhasil mengalihkan perhatian Farel. Bahkan ketika Luna terkena penyakit keras, Farel tetap bertahan.

Kebesaran hati Rachellah yang nantinya menentukan masa depan Farel dan Luna.

Awards                 : Festival Film Indonesia (Best Actress) dan 5 nominasi di ajang yang sama

Sutradara            : Hanny Saputra

12. Film Indonesia Romantis “3 Hati 2 Dunia 1 Cinta” (2010)

3 hati 2 Dunia 1 Cinta

Rosid (Reza Rahardian), pemuda muslim berambut kribo, menjalin hubungan dengan Delia (Laura Basuki), gadis Katholik berwajah manis. Tentu saja hubungan ini tidak disetujui keluarga mereka, dan berusaha dihentikan dengan berbagai cara.

Frans (Robby Tumewu) dan Martha (Ira Wibowo), orang tua Delia, berusaha mengirimkannya ke Amerika untuk melanjutkan sekolah.

Mansur (Rasyid Karim) dan Muzna (Henidar Amroe), orang tua Rosid, menjodohkannya dengan Nabila (Arumi Bachsin). Gadis berjilbab ini ternyata sudah lama mengidolakan Rosid.

Akankah usaha ini berhasil memisahkan mereka?

Awards                 : 7 penghargaan di Festival Film Indonesia (Best Film, Best Director, Best Actor, Best Actress, Best Supporting Actor, Best Screenplay, Best Art Direction) dan 4 nominasi lainnya di ajang yang sama

Sutradara            : Benni Setiawan

11. Film Indonesia Romantis “Janji Joni” (2005)

Janji Joni

Joni (Nicholas Saputra), pengantar roll film, memiliki reputasi yang luar biasa : ia tidak pernah terlambat. Kecintaannya pada film dan pekerjaan membuatnya selalu berusaha memberikan yang terbaik.

Namun suatu hari, seluruh dunia seolah bekerjasama untuk menghalanginya. Ia bertemu dengan orang-orang berkarakter eksentrik, tersesat di jalanan sempit Jakarta, dan banyak rintangan lainnya.

Dalam petualangannya inilah ia bertemu dengan seorang wanita cantik bernama Angelique (Mariana Renata).

Awards                 : Asia-Pasific Film Festival (Best Editing), Festival Film Indonesia (Best editing, Best Supporting Actor), 7 nominasi di FFI, dan 1 nominasi di Vesoul Asian Film Festival

Sutradara            : Joko Anwar

10. Film Indonesia Romantis “Arisan!” (2003)

Arisan

Meimei (Cut Mini) memaksa Sakti (Tora Sudiro)  untuk menemaninya menghadiri sebuah arisan. Ternyata acara yang lebih mirip ajang pamer harta ini berhasil membuatnya jengah. Sebaliknya, Sakti menjadi pusat perhatian karena kemahirannya bermain piano.

Bermula dari sebuah arisan, semua tokoh di film ini menemukan konfliknya masing-masing:

Meimei yang ditinggal suami karena tidak bisa memberikan keturunan, Sakti yang membuat pengakuan bahwa ia gay, dan Andien (Aida Nurmala) yang gemar memacari brondong untuk membalas perselingkuhan suaminya.

Awards                 : 5 penghargaan di Festival Film Indonesia (Best Film, Best Actor, Best Supporting Actor, Best Supporting Actress, Best Editing) dan 6 nominasi di ajang yang sama

Sutradara            : Nia Dinata

9. Film Indonesia Romantis “Habibie & Ainun” (2012)

Habibie Ainun

Rudy Habibie (Reza Rahardian), jenius ahli pesawat terbang yang memiliki mimpi besar : berbakti untuk Indonesia. Ia jatuh cinta pada Ainun yang semanis gula.

Ainun (Bunga Citra Lestari), seorang dokter muda dengan jalan karier yang terbentang luas. Cintanya kepada Habibie berarti mengabdikan hidup untuk mendukung mimpi suaminya.

Bagi Habibie, Ainun adalah mata untuk melihat hidupnya. Bagi Ainun, Habibie adalah pengisi kasih dalam hidupnya.

Awards                 : 4 penghargaan di Festival Film Indonesia (Best Actor, Best Adapted Screenplay, Best Costume), dan 4 nominasi di ajang yang sama

Sutradara            : Faozan Rizal

8. Film Indonesia Romantis “Ada Apa Dengan Cinta” (2002)

Ada Apa Dengan Cinta

Hidup Cinta (Dian Sastrowardoyo) tampak sempurna. Ia cantik dan pintar, dicintai pria terpopuler di sekolahnya, serta memiliki keluarga dan teman-teman yang selalu ada untuknya.

Namun hidupnya yang sederhana berubah ketika ia bertemu Rangga (Nicholas Saputra), pria dingin dan sinis yang menarik diri karena latar belakang politik ayahnya.

Tanpa disadari, pertemuan itu membuatnya merasakan sesuatu yang baru, mengubahnya menjadi Cinta yang baru.

Awards                 : 3 penghargaan di Festival Film Indonesia (Best Director, Best Actress, Best Original Score) dan 9 nominasi di ajang yang sama

Sutradara            : Rudy Soedjarwo

7. Film Indonesia Romantis “Surat Dari Praha” (2016)

Surat Dari Praha

Larasati (Julie Estelle) terpaksa memenuhi wasiat ibunya, Sulastri (Widyawati), untuk mengantarkan sebuah kotak yang disertai sepucuk surat untuk Jaya (Tio Pakusadewo) di Praha. Jaya bersikeras menolak surat itu.

Jaya adalah kisah masa lalu yang tak bisa dilupakan oleh ibunya, yang secara tak langsung menjadi penyebab dinginnya hubungan antara ayah dan ibunya.

Jaya meninggalkan Sulastri dalam ketidakpastian bukan karena keinginannya. Ketidakberpihakannya pada pemerintah kala itu, memaksanya menanggalkan kewarganegaan, dan hidup terasing di negeri lain.

Awards                 : 6 nominasi di Festival Film Indonesia

Sutradara            : Angga Dwimas Sasongko

6. Film Indonesia Romantis “Tenggelamnya Kapal van der Wijk” (2013)

Tenggelamnya Kapal Van der Wijk

Zainuddin (Herjunot Ali) berlayar dari Makasar menuju kampong halaman ayahnya di Padang Panjang. Di sana ia bertemu dan jatuh cinta pada Hayati (Pevita Pearce).

Lamaran Zainuddin ditolak karena kuatnya adat yang ada.Hayati adalah perempuan Minang keturunan bangsawan. Sementara ia tidak dianggap sebagai orang Minang karena ibunya berdarah Bugis.

Zainuddin kemudian memutuskan untuk merantau ke Jawa. Ia menjadi terkenal dengan karya-karyanya sebagai penulis.

Mereka dipertemukan kembali, namun kemudian terpisahkan oleh kapal Van der Wijk.

Awards                 : 1 penghargaan di Festival Film Indonesia untuk kategori Best Visual Effect dan 4 nominasi di ajang yang sama

Sutradara            : Sunil Soraya

5. Film Indonesia Romantis “Posesif” (2017)

Posesif

Perkenalan Lala (Putri Marino) dan Yudhis (Adipati Dolken) bermula saat keduanya tak sengaja bertemu di ruang guru. Lala sedang menyelesaikan soal ulangan susulannya, sedangkan Yudhis hendak mengambil sepatunya yang disita.

Lala adalah atlet renang loncat indah, sementara Yudhis adalah murid baru yang mendadak tenar di sekolah karena tampan. Hubungan Yudhis dan Lala berjalan indah.

Namun para sahabat Lala, Ega (Gritte Agatha) dan Rino (Chicco Kurniawan) mulai merasakan ada perubahan dalam diri Lala.

Awards                 : 3 penghargaan di Festival Film Indonesia (Best Director, Best Actress, Best Supporting Actor) dan 5 nominasi di ajang yang sama

Sutradara            : Edwin

4. Film Indonesia Romantis “Cin(T)a” (2009)

CinTa

Cina (Sunny Soon), orang Batak keturunan Tionghoa yang beragama Kristen. Sementara Annisa (Saira Jihan), muslim keturunan Jawa. Keduanya taat beribadah.

Keterlibatan Cina membantu Annisa mengerjakan tugas akhirnya mendekatkan mereka. Terjadilah dialog panjang tentang cinta, Tuhan, agama, kehidupan nyata, juga tentang siapa pendamping hidup mereka nantinya.

Awards                 : 1 penghargaan di Festival Film Indonesia (Best Original Screenplay) dan 1 nominasi di Jogja-NETPAC Asian Film Festival

Sutradara            : Sammaria Simanjuntak

3. Film Indonesia Romantis “Sang Penari” (2011)

Sang Penari

Diangkat dari novel karya Ahmad Tohari yang berjudul Ronggeng Dukuh Paruk, film ini memaparkan kisah cinta Srintil (Prisia Nasution) dan Rasus (Oka Antara) yang bersemi sejak kecil, namun tak pernah memiliki kesempatan untuk bersatu.

Ronggeng adalah jiwa Dukuh Paruk. Ketika Srintil dianggap sebagai titisan ronggeng, ia dilatih dan diperlakukan khusus. Rasus mencoba menyelamatkannya, namun gagal dan memilih meninggalkan dukuh itu.

Kepopuleran Srintil kemudian membawanya ke dalam kemelut politik 1965.

Awards                 : 4 penghargaan di Festival Film Indonesia (Best Film, Best Director, Best Actress, Best Supporting Actress) dan 6 nominasi di ajang yang sama

Sutradara            : Ifa Isfansyah

2. Film Indonesia Romantis “Yang Tidak Dibicarakan Ketika Membicarakan Cinta” (2013)

Yang Tidak Dibicarakan Ketika Membicarakan Cinta

Film ini banyak bercerita tentang kompleksitas hubungan cinta yang muncul pada penyandang disabilitas:

Fitri (Ayushita) yang tuna netra bertemu dengan Edo (Nicholas Saputra) yang tuna rungu. Andai Fitri bisa melihat dan Edo bicara mungkin mereka sudah jatuh cinta sejak lama.

Ada juga Diana (Karina Salim), yang hanya mampu melihat dalam jarak 2 cm. Kehadiran Andhika (Anggun Priambodo) sebagai murid baru di sekolah membuatnya jatuh cinta. Andai Andhika bisa melihat, ia tentu masih bersama dengan Gadis, mantan kekasihnya.

Awards                 : Asia-Pasific Film Festival (Best Music), Las Palmas Film Festival (Best New Director), Rotterdam International Film Festival (Netpac Award, Lions Film Award), dan 9 nominasi di berbagai ajang penghargaan baik di dalam maupun di luar negeri

Sutradara            : Mouly Surya

1. Film Indonesia Romantis “Sekala Niskala” (2017)

Sekala Niskala

Berkisah tentang dua anak kembar, Tantra (Ida Bagus Putu Radithya Mahijasena) dan Tantri (Thaly Titi Kasih), seniman kecil yang tinggal di Bali. Tantra menderita penyakit yang menyebabkan ia kehilangan fungsi inderanya satu persatu.

Tantri yang merindukannya, mencoba menjalin koneksi dalam dunia fantasi. Ia kerap terbangun di malam hari, bermain bersama Tantra, menari, dan bercerita tentang perasaannya.

Awards                 : Adelaide Film Festival (Best Feature), Asia Pasific Screen Awards (Best Youth Feature Film), Berlin International Film Festival (Best Feature Film), serta 4 penghargaan dan 10 nominasi di berbagai ajang penghargaan internasional

Sutradara            : Kamila Andini

 

 

Beberapa film yang masuk ke dalam list saya, entah mengapa justru tidak ramai dibicarakan. Misalnya film Yang Tidak Dibicarakan Ketika Membicarakan Cinta. Mouly Surya menggarapnya dengan sangat baik, ditambah kehadiran pemain-pemainnya yang luar biasa.

Tapi mungkin, definisi film yang bagus tidak sama dengan definisi film populer. Atau mungkin, definisi film yang bagus menurut saya yang sedikit nyeleneh. Persis seperti orangnya.

Khusus film nomor 1, saya masukkan karena saya jatuh cinta pada romantisme Tantri dan Tantra. Saya rasa kita tidak perlu membatasi pengertian romantis pada hubungan pria dan wanita, atau bahkan pria dan pria serta wanita dan wanita saja kan.

Toh cinta sering disebut sebagai bahasa universal, cakupannya luas seluas selera saya dalam menyusun list ini.

Memasukkan film masa lalu dalam daftar, membuat saya kembali teringat Rizky Hanggono. Buat saya, aktor ini punya kualitas akting yang mumpuni. Tapi sekarang entah kenapa, saya jarang melihatnya berakting. Atau saya yang kurang jeli?

Sementara ketika memasukkan film baru, saya baru sadar bahwa Morgan Oey itu bukan lagi sekedar anggota sebuah group boyband bernama Smash. Perannya di berbagai film cukup beragam, dan semua bisa diperankan dengan cukup apik.

Saya setuju dengan keputusannya untuk lebih fokus ke dunia akting. Kalau ditekuni, bukan tidak mungkin ia bisa berkembang menjadi salah satu bintang besar. Apalagi didukung dengan tampilan yang 11-12 dengan poster-poster film Korea yang banyak beredar.

Well saya mulai melantur. Pada intinya adalah, yuk mari kita mulai menonton film-film Indonesia. Di bioskop ya, jangan beli CD bajakan atau malah download gratisan. Karena Film Indonesia akan berkembang kalau kita support, demikian.

 

Category:
Film